Rabu, 08 Juli 2009

Pengantar PHP

Para pengguna internet dewasa ini cenderung lebih menyukai situs-situs yang mempunyai tampilan menarik dan menghibur. Yang pasti, mereka sudah bosan dengan tampilan web yang begitu-begitu saja, tidak berubah setiap saat. Bayangkan, ketika kita ingin mencari informasi melalui sebuah situs di internet, sedangkan informasi tersebut tidak up to date atau tidak berubah meskipun kita sudah beberapa kali mengaksesnya.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan dalam masalah ini, pertama, informasi yang disediakan memang tidak bisa cepat di-update, kedua, webmaster malas untuk memperbaharui situsnya, dan ketiga, webmaster tidak mempunyai cukup waktu untuk membuat halaman-halaman web baru dalam rangka meng-update situs webnya.
Dahulu, seorang webmaster harus meluangkan waktu yang cukup untuk meng-update situs yang dikelolanya secara berkala atau begitu ada informasi baru yang perlu ditampilkan dalam halaman webnya. Terkadang proses peng-update-an tersebut mengharuskannya untuk merombak sebagian atau bahkan seluruh desain web yang sudah dibuat. Hal itu perlu dilakukan agar situsnya tetap menarik untuk dikunjungi.
Semenjak kehadiran bahasa-bahasa untuk pemrograman cgi, seperti Perl, C, python, dan sebagainya, pembuatan web yang dinamis menjadi lebih mudah dilakukan. Sebab dengan bahasa-bahasa pemrograman tersebut halaman web yang berubah-ubah diciptakan oleh program secara otomatis, sehingga webmaster tidak perlu mengubah seluruh halaman untuk menampilkan isi yang berbeda.
Namun demikian, tidak sedikit orang yang merasakan bahwa pembuatan program cgi dengan bahasa-bahasa pemrograman sangatlah sulit. Terkadang bisa membuat pusing karena jika terjadi kesalahan dalam pemrograman, proses pelacakan kesalahannya dilakukan secara manual.
Setelah pemrograman cgi dirasa cukup sulit, dibuatlah bahasa yang lebih sederhana untuk tujuan yang sama. Hal ini ditandai dengan munculnya bahasa php, asp, jsp, dan cold fusion. Bahasa-bahasa ini secara garis besar memang lebih mudah dipelajari daripada bahasa pemrograman cgi sebelumnya. Jenis bahasa ini lebih sering disebut sebagai bahasa skrip karena memang bentuknya adalah berupa skrip yang bisa digabungkan dengan skrip html.
Dan diantara bahasa-bahasa skrip ini, yang sekarang sedang berkembang dengan pesat adalah php. Untuk lebih jelasnya, akan dipaparkan pada bagian berikut ini.

Sekilas Tentang PHP
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah sebuah HTML-embedded scripting language, yaitu scripting language yang ‘ditempelkan’ dalam dokumen HTML, seperti halnya JavaScript atau VBScript. Tujuannya kurang lebih juga sama, yaitu untuk menciptakan halaman web yang interaktif dan dinamis. Lalu apa bedanya PHP dengan JavaScript atau VBScript? Perbedaannya adalah tempat dimana script tersebut dieksekusi. JavaScript dan VBScript merupakan client-side scripting language yang akan dieksekusi di sisi klien (browser), sedangkan PHP adalah server-side scripting language yang akan dieksekusi di dalam web server ketika script-nya dipanggil.
Begini untuk lebih jelasnya. Pada client-side scripting, ketika klien meminta sebuah dokumen yang mengandung script, VBScript atau JavaScript, script tersebut akan di-download dan dieksekusi di dalam browser yang bersangkutan. Sedangkan pada server-side scripting, dokumen yang diminta tetap berada di server, dijalankan di server, dan hasilnya yang berupa html biasa dikirimkan ke browser untuk ditampilkan. Jadi dari segi keamanan, jelas lebih aman dengan server-side scripting, sebab klien tidak akan dapat melihat script atau source code asli yang ada di server, sebab yang ditampilkan di browser adalah hasil eksekusi script tersebut.
Sintaks-sintaks yang digunakan dalam PHP ini kebanyakan diambil dari bahasa-bahasa pemrograman yang populer seperti C, Perl, dan Java dengan penambahan beberapa kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh PHP. Jadi jika Anda adalah programmer yang biasa menggunakan C, Perl, atau Java, Anda pasti tidak akan asing menggunakan fungsi-fungsi yang ada pada PHP. Namun jika Anda belum pernah bersinggungan sama sekali dengan bahasa-bahasa pemrograman tersebut, jangan berkecil hati, sebab banyak yang telah membuktikan bahwa mempelajari PHP tidaklah terlalu sulit, cukup bermodalkan kemauan dan tentunya referensi yang tepat .
PHP memiliki beberapa kemampuan yang sangat mendukung dalam pembuatan halaman web yang interaktif dan menarik. Kemampuan tersebut antara lain : perhitungan matematis, informasi jaringan, mail, regular expression, dan yang paling menonjol adalah kemampuan PHP dalam menyediakan antarmuka dengan beberapa server database yang populer di pasaran, seperti MySQL, Oracle, Sybase, PostgreSQL, mSQL, dan lainnya.
Kali ini kita akan mencoba membuktikan apakah benar kita dapat membangun halaman web yang dinamis dengan php, dan apakah memang benar php mudah dipelajari...

Apa saja yang saya perlukan?
1. Dasar-dasar internet dan html
2. Web server yang mendukung php
3. Pengalaman dengan C, Perl atau Java akan sangat membantu
4. Waktu yang cukup...

Biasanya pada level belajar atau developing, kita membuat script php dan menjalankannya di dalam server lokal. Untuk itu kita memerlukan web server yang mendukung php. Untuk itu php perlu di-install dan di-integrasikan dengan web server. Jika perlu kita bisa membuat server database di komputer yang sama.

Berkenalan Dengan Script php

Sintaks Dasar

1. Skrip php dipisahkan dari skrip html dengan dua buah tag pembuka dan penutup
• tag pembuka : • tag penutup : ?>
2. Pemisah antar instruksi adalah tanda titik koma (;)
3. Komentar
Komentar adalah bagian dalam skrip php yang tidak dieksekusi, tugasnya hanya menjelaskan bagian program/skrip.
Dalam php kita bisa menggunakan tiga jenis komentar :
• C style : komentar diapit oleh tanda “/*” dan “*/”
• C++ style : komentar dimulai dengan tanda “//”
• Unix shell : komentar diawali dengan tanda “#”
4. Variabel
Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara, dan nilainya bisa berubah-ubah setiap kali program dieksekusi.
Dalam php, variabel selalu diawali dengan tanda dollar $, diikuti nama variabelnya.
Nama variabel dapat berupa kombinasi antara huruf alfabet dan angka dengan panjang maksimal 32 karakter.
5. Tipe Data
Seperti bahasa pemrograman yang lain, dalam php juga dikenal beberapa macam tipe data untuk, anara lain :
- array
- double
- integer
- object
- string
Namun biasanya pemrogram tidak perlu memberikan tipe data untuk variabel yang digunakan, sebab akan ditentukan sendiri oleh program ketika dijalankan.
6. Konstanta
Konstanta hampir sama dengan variabel, sebagai tempat penyimpanan data, namun nilainya sekali diberikan tidak akan bisa diubah lagi.
Dalam php, konstanta harus didefinisikan dengan perintah define.
7. Ekspresi
Ekspresi dapat diartikan sebagai “sesuatu yang mempunyai nilai”
Ekspresi adalah bagian yang sangat penting dalam php. Setiap baris yang ditulis dalam php merupakan ekspresi. Contoh paling sederhana dari ekspresi ini adalah variabel dan konstanta.
8. Fungsi
Adalah konstruksi pemrograman untuk melakukan sebuah proses tertentu.
Kekuatan php sebenarnya ada pada fungsi. Jika seluruh komponen atau add ins ditambahkan pada php, akan ada sekitar 700 fungsi yang bisa dipergunakan. Dan kita juga diperbolehkan untuk membuat definisi fungsi sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar